Tulip

Trip Down Memory Lane Woodstock '99

Curhatan ini sebagian sih udah ditulis di Instagram tapi karena space IG terbatas, sementara kayaknya masih banyak yang pengen dicelotehin, ya sud, dipindahkan ke sini sambil ditambah dan edit sana sini biar lebih sesuai hati.



23 Juli 2021.
Pagi2, saya di wa trailer dokumentary berjudul Woodstock 99: Peace, Love, and Rage oleh mas Daus. Widih, ngeri. That brings a lot of memory! Tidak menyangka pesta musik itu sudah berlangsung 22 tahun yang lalu. Tayang di HBO Max, waktunya koq bersamaan banget ya dengan opening Olimpiade Tokyo 2020.

Collapse )

1000 Reasons I love Kenshi Yonezu

Jpop Time.



Kalau ditanya soal musik Jepang, musik favorit saya kebanyakan band seperti Arashi, Radwimps, Sekai No Owari, Mr. Children atau yang secara internasional lebih popular, Laruku dan OOR. Selain Ken Hirai, saya jarang terekspos dengan karya-karya penyanyi solo Jepang.
Satu-satunya ekspos musik Jepang biasanya didapat saat menonton dorama dan lewat cara seperti itu, saya akhirnya suka Kenshi Yonezu (@hachi_08) dan fix menetapkan sebagai penyanyi Jepang favorit. Saya menonton drama Unnatural yang menampilkan lagu Kenshi Yonezu, Lemon, sebagai lagu tema. Ya, ampun kenapa lagunya koq enak banget. Pas lihat video klip, nuansanya eksentrik banget karena yang jadi fokus di situ bukan mukanya, tetapi justru sepatu hak tinggi yang dipakainya. Penampilannya di Kohaku 2018 juga, ajib banget! Tambahan aransemen orchestra di lagu Lemon bikin merinding!



Collapse )

Movie Review - Move To Heaven

Serial Move to Heaven mengingatkan saya pada melankoli serial drama Korea di awal tahun 2000-an. Air mata dikuras habis dari awal hingga akhir drama/film. Endless Love/Memories in Bali, contoh beberapa. Mewek tapi addicted sampai nonton berulang kali. 🥺 Drama-drama mellow itu begitu beresonasi di hati hingga nama para pemeran drama jamdul itu masih jadi unsur penentu untuk saya menonton drama/film Korea sampai sekarang.



Collapse )

Done Ballistik Boyz

Akhirnya selesai proyek PR Ballistik Boyz selama 3 bulan.
Tinggal nunggu video taping untuk CNNIndonesia. Katanya sih, udah taping kemarin 14 Maret. Ntar tinggal stress soal hasil dan siapa yang bakal ngetranslate aja... 😅

But for now, sebagai dokumentasi aja, I'm posting all the media clipping that I got.

Dot connecting part 2

Dot connecting yang ke-2 adalah soal salah 1 artis yang nanti dicoba untuk didevelop nanti. Jadi, waktu janjian mau meeting call, kandidat artis yang mau didevelop cuma 1. Namanya: AmPm, duo DJ org Jepang bertopeng kelinci yang menghasilkan lagu-lagu berbahasa Inggris dan genre musiknya chill out.


Setelah hampir 1 jam menjelaskan apa yang dilakukan dan digarap untuk AmPm, eh, di akhir meeting, mereka menyebutkan jika ada 1 artis lagi yang ingin mereka develop. Saat mereka menyebut namanya, saya nyaris gak percaya. Ballistik Boyz. What?!? Apa??? Ballistik Boyz? Gak salah nih....

Collapse )

Dot connecting part 1

Jumat 15, Januari 2021 (ditulisnya)
Postingnya baru sempat sekarang lol

Hari ini baru selesai conference call dengan tim Avex Jepang. PR pitching for their 2 artists. Meeting ini di luar dugaan. Kerja tangan Tuhan memang tidak ada yang tahuya. Celotehan ini, tanpa bermaksud bragging, tapi bakal panjang kayaknya. Tapi, yah, mending ditumpahin aja daripada jadi bisul. Secara hari ini, saya juga gak ada kerjaan.

Collapse )
  • Current Music
    The Music Never Ends - Arashi

Arashi oh 嵐

Sekali menulis di Livejournal ini sebenarnya bikin hati plong dan rasanya ketagihan pengen nulis terus. Hehehe... Tapi, kadang realita hidup dan too many other receh things, akhirnya lupa atau tidak sempat menulis. 😁😁😁 (Alasan melulu, Syan)


Anyway, sebelum keburu lupa, ya sud mending ditulis aja sekarang, sebelum mata 5 watt.

Abis selesai nonton konser terakhir Arashi (This is 嵐 Live). Duh, padahal nggak ngerti juga apa yang mereka omongin sepanjang 2,5 jam konser. Tapi, ini emosi naik turun nontonnya (padahal nonton juga dicicil2 sampai 2 hari).

Collapse )
  • Current Music
    Monster - 嵐
  • Tags
    ,

The Joy Never Ends

2020 rasanya seperti naik roller coaster. Selesai kemoterapi di penghujung tahun 2019, saya pikir saya tidak akan menjalani pengobatan yg butuh konsentrasi, kesabaran & kekuatan (stamina + iman) super.



Tapi, rencana Tuhan berbeda.

Tumor di bagian abdomen bawah (rongga pelvis), sisa operasi, masih ada. Ukurannya 2,6x4,6x4,3cm. Dokter saya di RS Fatmawati lalu merujuk ke RSCM dimana saya harus menjalankan 25 x radiasi luar (tiap hari) dan 2 x radiasi dalam/Brachytherapy (seminggu sekali). Kl mendengar penjelasan dokter, radiasi tidak akan seberat kemoterapi. Jadi, saya pede aja gitu. Ya sud, gak usah dipikir macem2, jalanin aja.
Collapse )
  • Current Music
    The Music Never Ends - Arashi
  • Tags

Beratnya PR anak jaman now

Malam-malam di-WA keponakan untuk bantuin PR online bahasa Inggris dari gurunya. Wah, tumben banget.

Lewat WA, keponakan saya ini kayaknya udah cape banget dijejel PR demi PR di masa dia harus belajar dari rumah.

Kasian juga sih mendengar curhatannya. "Guru Inggris bener2 tugas terus gak ada jedanya."


Sebagai tantenya, ya, masa sih ya gak ngebantuin.

Tapi, setelah baca tugasnya, saya cuma bisa hening.
Collapse )